ANDA BERADA DI DALAM KAWASAN SEKOLAH....JAGA SIKAP ANDA DAN TIDAK MEROKOK SELAMA DALAM KAWASAN INI... DAN JANGAN LUPA MEMBUANG KOMENTAR PADA TEMPATNYA... TERIMA KASIH :)
SELAMAT DATANG DI SEKOLAH...MOHON TIDAK MEROKOK DAN JAGA SIKAP ANDA...

Sabtu, 05 Juni 2010

Model pembelajaran part 2, sub judul : Mengajarkan Kelipatan Persekutuan Terkecil pada pembelajaran matematika

Sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu model pembelajaran, akan diberikan beberapa model pembelajaran selain yang telah dibahas sebelumnya.

Tetapi sebelum itu, saya ingin menceritakan kisah saya yang berhubungan dengan tulisan kali ini. Ketika mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu, saya terkesan oleh salah satu pembawa materi “pembelajaran matematika di kelas”. Waktu itu pemateri tidak membawakan materi model – model pembelajaran tetapi telah menunjukkan satu cara pengajaran matematikan yang menurut saya adalah suatu model pembelajaran yang bagus untuk diterapkan di kelas pada pembelajaran matematika, khususnya memperkenalkan materi Kelipatan Persekutuan Terkecil.
Waktu itu, kami (peserta pelatihan) diminta berhitung sesuai urutan kursi dari kiri ke kanan hingga barisan berikutnya pun demikian. Kemudian kami diminta mengingat-ingat bilangan kami masing-masing.
Setelah itu, pemateri meminta peserta yang “memegang” bilangan kelipatan 2 untuk berdiri, yaitu peserta yang memegang bilangan 2,4,6,8,10,12,14,16,18,20. Setelah itu, pemateri meminta peserta yang “memegang” bilangan kelipatan 4 untuk berdiri juga, yaitu bilangan 4,8,16, dan yang bukan diminta duduk. Setelah itu, giliran peserta dengan kelipatan 8, yaitu 8,16 diminta berdiri sementara yang lainnya duduk. Kami pun mengikuti semua instruksi dari pemateri tanpa tahu kami akan diapakan. Awalnya kami merasa lucu karena beberapa dari kami ada yang harus berdiri dan duduk, bahkan ada yang tidak tahu harus duduk atau berdiri karena lupa dengan angka yang mereka “pegang” atau tadi pada saat pembagian angka kurang konsentrasi.

Pemateri memandangi kami yang berdiri, kemudian meminta yang tidak pernah duduk sejak instruksi pertama hingga instruksi terakhir untuk tetap berdiri lalu berkata,”yang berdiri ini (angka 8) adalah angka Kelipatan Persekutuan dari bilangan 2, 4, dan 8” dan merupakan kelipatan persekutuan yang paling kecil atau Kelipatan Persekutuan Terkecil"

Ada juga cara lain yang kurang lebih sama, yaitu meminta siswa bertepuk tangan setelah membagi mereka dalam kelompok-kelompok kelipatan bilangan tertentu. Kelompok siswa yang bertepuk tangan adalah mereka yang angka kelompoknya disebut. Angka tertentu yang “menyebabkan” semua kelompok bersamaan bertepuk merupakan kelipatan persekutuannya.

Ini memang sederhana tapi cukup efektif dan kita bisa mempraktekkannya di kelas dengan mudah.

Beberapa model pembelajaran yang lain berikut langkah-langkahnya adalah :
1.NUMBERED HEADS TOGETHER (SPENCER KAGAN, 1992)
Langkah-langkahnya :
•Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
•Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
•Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
•Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
•Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
•Kesimpulan

2.COOPERATIVE SCRIPT (DANSEREAU CS., 1985)
3.Skrip kooperatif :
metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkahnya :
•Guru membagi siswa untuk berpasangan
•Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
•Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
•Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
•Sementara pendengar :
•Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
•Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
•Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
•Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
•Penutup

4.KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
Langkah-langkah :
•Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
•Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
•Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
•Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
•Kesimpulan

5.STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkahnya :
•Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
•Guru menyajikan pelajaran
•Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
•Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
•Memberi evaluasi
•Kesimpulan

6.JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Model ini cocok diterapkan pada kondisi dimana sejumlah siswa telah menguasai materi dan beberapa siswa yang lain belum.

Langkah-langkah :
•Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
•Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
•Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
•Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
•Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
•Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
•Guru memberi evaluasi
•Penutup

7.PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)
Model pembelajaran ini paling tepat digunakan untuk pembelajaran yang membutuhkan eksperimen sebagai pembuktian teori.

Langkah-langkah :
1.Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4.Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
5.Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

0 komentar:

Posting Komentar

Get Paid for Browsing the Internet with LogiPTC